Apakah Bajak Laut Topi Jerami menggunakan Agile dan Scrum Dalam Mencari One Piece?

Bagi pecinta manga, kalian pasti tidak asing dengan manga karya Eichiro Oda One Piece. Manga yang begitu fenomenal yang menjadi best selling manga selama bertahun tahun itu, menceritakan kisah Monkey D Luffy sebagai kapten kelompok bajak laut topi jerami dalam mencari One Piece.

Jika kalian mengikuti cerita Luffy  dari awal sampai saat ini, akan banyak kesamaan nilai dan cara kerja yang dilakukan Kelompok Topi Jerami dengan nilai nilai yang diperlukan oleh suatu scrum tim. (Bagi yang belum tahu apa itu scrum bisa langsung pelajari disini https://scrumguides.org/) .

1. Mempunyai Fokus 1 Goal yang sama  

Meski masing masing anggota kelompok topi jerami mempunyai cita cita yang berbeda-beda, seperti Zoro yang ingin menjadi pendekar pedang terhebat, Sanji yang ingin menemukan All Blue dan Nami yang ingin membuat peta dunia. Namun mereka semua mempunyai komitmen dan tujuan yang sama yaitu untuk menjadikan Luffy menjadi Raja Bajak Laut dengan cara menemukan One Piece sehingga menjadi orang yang paling bebas di lautan.

Sama seperti halnya scrum tim yang berfokus pada satu Product Goal dan Sprint Goal yang sama dalam satu waktu .

2. Kecerdasan Kolektif

Setiap anggota bajak laut topi jerami memiliki keunikan dan kemampuan masing-masing yang membantu mereka dalam berkolaborasi untuk  mencapai tujuan mencari One Piece.

Zoro yang jago dalam menggunakan pedang, Sanji yang hebat dalam memasak sehingga membantu kehidupan mereka sehari hari,   Nami yang memiliki pengetahuan navigasi dan menjadi navigator untuk Thousand Sunny, dan Brook yang seorang musisi yang dapat menghibur anggota lainnya dengan kemampuan bermusiknya.

Scrum yang dibangun berdasarkan kecerdasan kolektif orang orang yang menggunakannya, dan anggota yang cross functional yang memiliki semua kemampuan yang diperlukan untuk menciptakan value di setiap sprint nya.

3. Tim Kecil yang Gesit

Sampai tulisan ini dibuat jumlah anggota topi jerami baru berjumlah 10 orang. Sangat jauh jika dibandingkan dengan kelompok bajak laut Whitebeard yang terdiri dari 16 divisi dengan masing masing divisi berisi 100 orang, padahal sama sama menyandang status Yonkou.

Sama halnya dengan scrum tim yang cukup kecil untuk tetap gesit dan cukup besar untuk menyelesaikan pekerjaan penting dalam Sprint, yang berjumlah 10 orang atau kurang.

4. Self Manage dan Adaptif

Jika kalian perhatikan selama ini, Monkey D Luffy sebagai kapten Topi Jerami,  tidak pernah membatasi rekannya dalam bagaimana mencapai tujuannya, dia memberikan ruang agar rekannya dapat berkreasi dengan kemampuannya masing masing.

Misalnya , Luffy tidak pernah kan bicara ke Zoro saat bertarung agar jangan pakai 3 pedang karena itu tidak efisien, atau bicara pada Usop agar jangan pakai ketapel namun menggunakan senjata api saja karena itu lebih mematikan.  Luffy hanya memberikan tujuan dari tiap Arc nya siapa yang ingin dia kalahkan dan kenapa alasannya.

Namun bukan berarti ketika hendak bertarung kelompok Topi Jerami tidak saling berkoordinasi dan merencanakan terlebih dahuu diawal. Mereka merencakannya diawal terlebih dahulu dan  mereka  sudah tahu apa yang perlu dilakukan dengan kemampuan masing masing. Meski seringkali rencana yang mereka pikirkan diawal, tidak berjalan lancar saat menghadapi musuh, mereka seringkali dapat berimprovisasi dan menyesuaikan rencana saat kondisi berubah sehingga mereka bergerak secara adaptif.  Ya kalau ingat Zoro yang buta arah dan Luffy yang short minded, banyak rencana yang tidak sesuai diawal :D.

Self Manage dan Adaptif juga sangat dibutuhkan oleh suatu scrum tim untuk membangun suatu produk yang berkualitas.

5. Courage, Focus, Commitment, Respect, and Openness

Courage, Focus, Commitment, Respect, and Openness yang merupakan 5 scrum values , tercermin juga pada diri Luffy dan kawan kawan dalam petualangannya mencari One Piece.

6. Challenge Status Quo

Monkey D Luffy yang berani menentang  organisasi World Government karena banyak melakukan ketidakadilan, Sama halnya dengan scrum tim juga perlu men challenge status quo dalam organisasi untuk membawa perubahan  kearah yang lebih baik.

 

Dengan banyaknya kesamaan tersebut, cukup valid rasanya jika kita cocoklogi kan  Kelompok Bajak Laut Topi Jerami menggunakan Agile & Scrum dalam mencari One Piece, dan merupakan contoh Super Scrum Team yang berhasil.

Namun apakah super scrum tim seperti itu hanya mungkin ada di dalam Manga, mungkinkah ada di dalam suatu perusahaan tempat bekerja ?
Bagaimana dengan tim kalian, apakah ingin atau sudah menjadi seperti kelompok topi jerami ?
Jika tim kalian adalah kelompok Topi Jerami, menjadi siapakah kalian , Luffy , Zoro atau Nami ?

3 Comments

  • Irfan

    April 3, 2023 at 12:30 am Reply

    Mantap ilustrasi yg mengena dan goal yg ingin dicapai dari tulisan ini sangat tajam

  • tetangga sebelah

    April 3, 2023 at 10:34 am Reply

    ada yamato jadi 11

  • eiichiro oda (palsu)

    July 14, 2023 at 9:34 am Reply

    bagaimana SHP ini melakukan sprint planing dan retrospective?

Post a Reply to tetangga sebelah Cancel Reply