
Pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia, kian bertumbuh tiap tahunnya. Tahun 2014 jumlah pengguna internet mencapai 83,7 juta orang dan pada pada 2017, eMarketer memperkirakan jumlah pengguna internet Indonesia aan mencapai 112 juta orang.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong peluang e commerce di Indonesia, yang nilai transaksi e commerce di tahun 2014 sebesar 12 miliar dollar AS, atau setara Rp 150 triliun. Dan di tahun 2016 ini diperkirakan mencapai US$30 miliar (setara Rp394 triliun).
Dengan nilai transaksi yang besar dan terus bertumbuh tersebut tentunya sudah banyak barang yang dibelanjakan para konsumen di seluruh Indonesia. Namun jika jenis barangnya bersifat tangible, tentunya para pemain e commerce tersebut sangat bergantung pada para pemain di industri logistik. Tanpa jasa logistik yang berkualitas, transaksi tersebut tidak akan berjalan dengan lancar dan dapat berpotensi menghambat pertumbuhan nilai transaksi e commerce.
Dengan kondisi tersebut, seharusnya peluang di industri logistik semakin terbuka lebar. Hal ini lah yang mungkin ditangkap oleh GoJek yang awalnya mengantarkan manusia lewat kendaraan motor, yang kemudian melebarkan sayapnya dengan menyediakan pengantaran barang dengan ojek bahkan sampai mobil boks, yang juga memilki keunggulan dalam bidang inovasi teknologi.
Namun jika kita melihat pemain besar di industri logistik saat ini masih dihuni oleh para pemain lama seperti PT Pos Indonesia, JNE dan TIki. Yang seharusnya dengan kondisi ini, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para jasa pengantaran barang yang sudah ada, untuk terus meningkatkan kualitas pengiriman dan inovasi teknologi yang berujung pada kepuasan pelanggan.
No Comments