
The Hard Thing About Hard Things: Building a Business When There Are No Easy Answers ditulis oleh Ben Horowitz, berisi 289 halaman yang menceritakan pengalaman hidupnya mulai dari masa kanak-kanak, bekerja sebagai software engineer, menjadi CEO Opsware (Loudcloud) sampai menjual Opsware kepada Hewlett-Packard dengan harga 1.6 milyar USD di tahun 2007, dan akhirnya sampai sekarang bersama rekannya saat di Opsware, Marc Andreessen menjadi pendiri Venture Capital Andreessen Horowitz.
Buku ini dikemas dengan lebih menunjukkan sisi mimpi buruk dan perjuangan yang Ben alami selama menjabat sebagai CEO di Opsware. Berbagai masalah datang secara bergantian dan bagaimana ia menghadapi semua masalah tersebut. Seperti bagaimana ketika perusahaan yang dipimpinnya terancam mengalami kebangkrutan.
Dalam suatu chapter di buku ini, diceritakan bagaimana ketika seorang karyawan yang cerdas menjadi karyawan yang tidak baik bahkan terburuk bagi perusahaan. Namun terkadang, tidak bisa dipungkiri ada kontribusi yang diperoleh perusahaan dari karyawan tersebut, sehingga terkadang ada pengecualian yang diberikan, namun harus diingat hanya ada “satu” saja, seorang yang tepat dan spesial. Ada 3 contoh tipe karyawan yang dijelaskan dalam buku ini, yaitu :
- The Heretic, seorang karyawan yang cerdas yang selalu mencari-cari kesalahan daripada fokus pada perbaikannya, ia menciptakan suatu kesan bahwa perusahaan dijalankan oleh orang-orang bodoh.
- The Flake, diceritakan suatu hari di Opsware , mereka merekrut seorang karyawan baru. Di hari ketiganya ia dapat mengerjakan proyek dalam 3 hari yang seharusnya selesai dalam waktu 1 bulan. Manajemen meyukainya dan ia dipromosikan. Namun suatu hari ia berubah, ia sering tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan dan tidak fokus bekerja. Ternyata belakangan ia mengidap bipolar dan kecanduan kokain, sampai akhirnya mereka harus memecatnya. Yang awalnya berprestasi, tiba-tiba menjadi berperforma buruk.
- The Jerk, seorang yang digambarkan yang dapat merusak/memutus komunikasi diantara para karyawan.
Dibahas juga, bagaimana peran penting suatu “Budaya Perusahaan” dalam kesuksesan bisnis perusahaan. Budaya perusahaan tidak akan serta merta membuat perusahaan memiliki penghasilan yang besar atau membuat sukses perusahaan, jika perusahaan tidak memiliki produk yang lebih baik dari kompetitor dan pasar tidak menyukainya. Jadi apa peran penting budaya bagi suatu perusahaan ? Budaya dapat membuat perusahaan memiliki performa yang lebih baik di masa depan, dapat membantu mewujudkan visi perusahaan, dan membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja.

Selain hal-hal tersebut, masih banyak yang dibahas dibuku ini, seperti bagaimana meminimalkan politik perusahaan, resiko memberikan kompensasi berlebihan bagi karyawan “kunci” yang hendak resign karena mendapat penawaran dari perusahaan lain, sampai merekrut seorang eksekutif/ karyawan berpengalaman kedalam perusahaan anda, dan hal lainnya yang berguna bagi pembaca yang berprofesi sebagai Owner / CEO / Manajer atau bagi anda yang ingin memulai suatu startup, untuk mengelola perusahaannya menjadi lebih baik lagi, khususnya dari segi pengelolaan sumber daya manusia, karena buku ini lebih banyak membahas mengenai hal tersebut.
Bagi yang ingin membeli buku ini, saya membelinya dari bookdepository.com seharga $ 18.84 karena di gramedia.com hanya ada versi digitalnya saja, atau bisa juga memesannya dari Amazon
.
No Comments